
Gorontalo, 1 Desember 2025 – Sebuah program inovatif telah berhasil mentransformasi cara pemuda Desa Bongongoayu dalam mempromosikan potensi geowisata lokal. Tim mahasiswa yang dipimpin oleh Fadhil Syafiq Sahabuddin melalui Program Kreativitas Mahasiswa skema Pemberdayaan Masyarakat (PKM-PM) meluncurkan program "Dengar Alam Bernyanyi: Penggemaan Kewirausahaan Naratif Digital Sebagai Model Pemberdayaan Pemuda Dalam Pemanfaatan Potensi Geowisata".
Program ini berhasil memberdayakan Karang Taruna Desa Bongongoayu untuk mengelola promosi wisata secara digital mandiri, dengan hasil nyata berupa akun Instagram @dengaralambernyanyi yang telah mencapai 45.696 tayangan dari 36 unggahan konten.
"Dengar Alam Bernyanyi" merupakan program pemberdayaan komprehensif yang menggabungkan kewirausahaan naratif dengan pemasaran digital untuk mengoptimalkan potensi geowisata dan agribisnis lokal. Program ini dirancang dalam tiga fase strategis yang melibatkan pelatihan intensif, praktik lapangan, hingga evaluasi partisipatif. "Kami ingin mengubah cara pemuda desa memandang aset lokal mereka. Bukan sekadar tempat wisata, tetapi cerita yang bisa dijual dan dipromosikan secara digital," ujar Fadhil Syafiq Sahabuddin, Ketua Tim.
Tim Pelaksana Program ini dikerjakan oleh tim mahasiswa berbakat di bawah bimbingan dosen pendamping:
Tiga Fase PelaksanaanProgram dilaksanakan melalui tiga fase strategis dengan total rata-rata 15 peserta aktif dari Karang Taruna:
Fase 1: "Simpan Gawaimu, Hirup Dunia". Fase penguatan kapasitas dan storytelling yang terdiri dari:
Fase 2: "Dengar Alam Bernyanyi". Fase pelatihan pemasaran digital dan produksi konten, mencakup:
Fase 3: "Bila Kau Jaga Aku, Ku Jaga Kau Kembali". Fase validasi dan keberlanjutan program:
Luaran ProgramProgram "Dengar Alam Bernyanyi" menghasilkan tiga luaran utama yang berdampak signifikan:
Dampak Nyata yang TerukurProgram ini telah menghasilkan dampak konkret yang dapat diukur:
Keberlanjutan ProgramProgram ini dirancang dengan prinsip keberlanjutan. Karang Taruna Desa Bongongoayu kini memiliki kapasitas penuh untuk mengelola promosi digital secara mandiri, didukung oleh buku pedoman komprehensif dan struktur komunitas yang solid.
Dosen Pendamping, Yulin Podungge, S.T., M.T., menyatakan apresiasinya. "Program ini membuktikan bahwa pemberdayaan sejati bukan hanya transfer pengetahuan, tetapi membangun kapasitas dan kemandirian masyarakat. Pemuda Desa Bongongoayu kini memiliki keterampilan digital marketing yang applicable dan terukur."
Program Kreativitas Mahasiswa skema Pemberdayaan Masyarakat (PKM-PM) adalah program yang mendorong mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan partisipatif dan berkelanjutan, dengan fokus pada transfer pengetahuan dan penguatan kapasitas lokal.
Onsite Session of International Summer Course 2026
Online Session of International Summer Course 2026
Asesmen Lapangan untuk Akreditasi Program Studi Pendidikan Fisika oleh LAMDIK
Kunjungan dan Sosialisasi UPA BK ke Fakultas MIPA UNG