Seminar Nasional Geoscience 2025: Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi FMIPA UNG Hadirkan Diskusi Mineral Kritis untuk Transisi Energi

Oleh: Nisky Imansyah Yahya . 23 Oktober 2025 . 14:28:29

Gorontalo, 22 Oktober 2025 — Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi (HMTG) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Gorontalo menyelenggarakan Seminar Nasional Geoscience 2025 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan JAK Festival (John Ario Katili Festival) 2025. Seminar dengan tema "Eksplorasi Kebumian dan Pemanfaatan Mineral Kritis untuk Mendukung Transisi Energi dan Pembangunan Berkelanjutan" ini berlangsung pada Rabu, 22 Oktober 2025 di Aula BPMP Provinsi Gorontalo, mulai pukul 09.00 WITA.

Menjawab Tantangan Transisi Energi GlobalSeminar nasional ini mengangkat isu strategis yang sangat relevan dengan agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia dan global. Mineral kritis seperti nikel, kobalt, lithium, dan rare earth elements menjadi kunci utama dalam mendukung transisi dari energi fosil ke energi terbarukan, khususnya dalam industri baterai kendaraan listrik dan teknologi energi bersih.

"Indonesia memiliki potensi mineral kritis yang sangat besar. Melalui seminar ini, kami ingin memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa dan masyarakat tentang bagaimana eksplorasi dan pemanfaatan mineral kritis dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung transisi energi," ujar Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi FMIPA UNG.

Narasumber Profesional dari Industri dan PerbankanSeminar ini menghadirkan tiga narasumber ahli yang memiliki pengalaman praktis di bidangnya:

1. Eddy Da Costa - Mine Geology Manager Profesional di bidang geologi pertambangan yang akan membagikan pengalaman dalam eksplorasi dan evaluasi deposit mineral kritis, serta penerapan teknologi terkini dalam industri pertambangan berkelanjutan.

2. Basran - Geotechnical & Hydrogeology Superintendent Ahli geoteknik dan hidrogeologi yang akan membahas aspek teknis pengelolaan tambang yang aman dan ramah lingkungan, termasuk manajemen air tanah dan stabilitas lereng dalam operasi pertambangan mineral kritis.

3. Khalisha Rohmadina Hadja, S.I.Kom - Staff IKSP Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Representatif dari Bank Indonesia yang akan memberikan perspektif ekonomi dan pembiayaan pembangunan berkelanjutan, serta peran sektor keuangan dalam mendukung transisi energi di Indonesia.

Pembelajaran Langsung dari PraktisiBerbeda dengan seminar konvensional yang bersifat teoritis, Seminar Nasional Geoscience 2025 menawarkan pengalaman belajar langsung dari para profesional yang telah berkecimpung di lapangan. Peserta akan mendapatkan insight praktis tentang dinamika industri geosains, tantangan yang dihadapi, dan solusi inovatif yang telah diterapkan.

"Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori di perkuliahan, tetapi juga mengetahui realitas di lapangan. Kehadiran praktisi industri akan memberikan gambaran nyata tentang prospek karier dan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja," tambah panitia pelaksana.

Bagian dari JAK Festival 2025Seminar Nasional Geoscience 2025 merupakan salah satu agenda utama dalam JAK Festival (John Ario Katili Festival) 2025, sebuah festival tahunan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi FMIPA UNG. JAK Festival dirancang sebagai platform komprehensif untuk mengembangkan kapasitas mahasiswa melalui berbagai kegiatan akademik, kompetisi, dan networking dengan profesional geosains.

Dukungan dari Dekan FMIPA UNGProf. Dr. Fitryane Lihawa, M.Si., Dekan FMIPA UNG, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif HMTG dalam menyelenggarakan seminar dengan tema yang sangat strategis ini.

"Mineral kritis adalah masa depan Indonesia. Seminar ini sangat penting untuk mempersiapkan mahasiswa Teknik Geologi menjadi profesional yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memahami konteks keberlanjutan dan transisi energi global. Saya mengapresiasi HMTG yang terus berinovasi dalam menghadirkan pembelajaran berkualitas bagi mahasiswa," ujar Prof. Fitryane.

Relevansi dengan Kebijakan NasionalTema seminar ini sejalan dengan roadmap pemerintah Indonesia dalam memanfaatkan potensi mineral kritis untuk hilirisasi industri dan mendukung target net zero emission. Indonesia, sebagai negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia, memiliki peran strategis dalam rantai pasok global industri baterai dan energi bersih.

Melalui diskusi dalam seminar ini, peserta akan memahami bagaimana Indonesia dapat memaksimalkan nilai tambah dari mineral kritis, sambil memastikan praktik pertambangan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

Peluang Networking dan Pengembangan KarierSelain transfer knowledge, seminar ini juga menjadi ajang networking bagi mahasiswa dengan para profesional industri. Peserta berkesempatan berdiskusi langsung, bertanya tentang pengalaman karier, dan bahkan mendapatkan informasi tentang peluang magang atau rekrutmen.

"Banyak alumni Teknik Geologi UNG yang sukses berkarier di perusahaan-perusahaan besar. Seminar seperti ini adalah jembatan penghubung antara dunia akademik dan industri," tambah ketua panitia.

Kontribusi untuk Pembangunan BerkelanjutanHimpunan Mahasiswa Teknik Geologi FMIPA UNG berkomitmen untuk terus menghadirkan diskursus ilmiah yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Melalui JAK Festival 2025 dan Seminar Nasional Geoscience, mahasiswa tidak hanya belajar untuk kepentingan akademik, tetapi juga mempersiapkan diri sebagai agen perubahan yang akan membawa Indonesia menuju transisi energi yang adil dan berkelanjutan.

Agenda

13 Juni - 26 Agustus 2022

In-Between Semester

In-Between Semester

23 - 31 Mei 2022

Final Exam

Final Exam Period for Even Semester