Pusat Kajian dan Pengembangan Lingkungan Hidup FMIPA UNG Inisiasi Kegiatan Evaluasi Terminal GEF SGP Indonesia Fase 7

Oleh: Nisky Imansyah Yahya . 30 Maret 2026 . 21:28:41

Gorontalo, 30 Maret 2026 — Program Hibah Kecil GEF atau GEF Small Grants Programme (SGP) Indonesia Fase 7 memasuki tahap akhir yang krusial. Pada Senin, 30 Maret 2026, diselenggarakan kegiatan Terminal Evaluation (TE) berupa wawancara mendalam dan Diskusi Kelompok Terarah (FGD) yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan program. Kegiatan dilaksanakan secara hibrid — tatap muka di Ruangan Head Meeting Fakultas MIPA, Kampus 4 UNG, Kabupaten Bone Bolango — sekaligus daring melalui Zoom Meeting, berlangsung pukul 10.00–11.30 WITA.

Fase Operasional Ketujuh GEF Small Grants Programme di Indonesia dirancang untuk memberdayakan masyarakat dan organisasi di zona penyangga Suaka Margasatwa (SM) Nantu dan kawasan sekitar Taman Hutan Raya (Tahura) B.J. Habibie. Program ini berfokus pada aksi kolektif melalui perencanaan lanskap partisipatif guna meningkatkan resiliensi sosial-ekologis masyarakat sekaligus menghasilkan manfaat lingkungan global yang terukur.

Sesuai protokol UNDP dan GEF, Terminal Evaluation wajib dilaksanakan di penghujung program untuk menilai secara independen capaian, dampak, dan potensi keberlanjutan seluruh kegiatan yang telah dijalankan. Evaluasi ini dipimpin oleh Mr. Giacomo Morelli selaku Evaluator Internasional Utama, dan Dr. Wishnu Sukmantoro sebagai Evaluator Nasional.

Unsur Peserta yang Hadir. Kegiatan Terminal Evaluation ini dihadiri oleh representasi lintas sektor yang mencerminkan luasnya jangkauan program GEF SGP Fase 7 di Gorontalo:

  • A. Unsur PemerintahKegiatan ini turut dihadiri oleh unsur pemerintah yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan kawasan konservasi di Gorontalo, yakni UPTD Taman Hutan Raya (Tahura) B.J. Habibie dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi 2 Gorontalo. Kehadiran kedua institusi ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dan pusat dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi berbasis masyarakat yang telah dijalankan selama program GEF SGP Fase 7 berlangsung. Keduanya memberikan perspektif penting mengenai koordinasi kebijakan, sinergi program dengan agenda pembangunan daerah, serta dukungan terhadap keberlanjutan hasil-hasil konservasi yang telah dicapai.
  • B. Mitra Strategis & LSM (NGOs)• WIRE-G & InHIDES: Pendampingan teknis dan pemberdayaan masyarakat di lapangan.• AJI Gorontalo: Dukungan melalui kampanye media dan penyebaran informasi program.• Marsudi Lestantun: Konservasi lingkungan dan penguatan kapasitas masyarakat lokal.• PSB Biosfer (UNG), LP3M (UG), & LPPM (UNG): Penelitian lingkungan, pemantauan keanekaragaman hayati, dan kolaborasi multi-pihak.
  • C. Penerima Manfaat Langsung (Direct Beneficiaries)• Kelompok Tani Gula Aren – Kelompok Usaha Ito Mumulo: Fokus pada produksi gula aren dan komoditas anyaman tradisional di sekitar SM Nantu.• Kelompok Tani Hutan (KTH) Pabuto Nantu: Praktik agroforestri dan pelestarian konservasi hutan.• Kelompok Penghidupan Perempuan: Pemberdayaan ekonomi skala kecil di desa-desa zona penyangga Cagar Biosfer Nantu.

Fokus dan Tujuan Evaluasi Terminal Melalui metode wawancara kualitatif dan FGD, evaluasi ini bertujuan untuk:

  • Menilai relevansi program terhadap kebutuhan masyarakat lokal dan prioritas pembangunan daerah.
  • Mengukur efektivitas dan efisiensi dalam pencapaian target proyek dan tujuan lingkungan.
  • Mengevaluasi dampak nyata terhadap mata pencaharian masyarakat dan status konservasi hutan.
  • Mengidentifikasi potensi keberlanjutan hasil proyek setelah bantuan GEF berakhir.

Topik-topik kunci yang dibahas mencakup kontribusi hibah terhadap kebutuhan spesifik komunitas, keterampilan baru yang diperoleh masyarakat (seperti agroforestri dan pemasaran produk gula aren), peran kelompok perempuan dan kelompok rentan, perubahan kondisi ekologis di wilayah program, serta rencana keberlanjutan kelompok dalam tiga tahun ke depan tanpa pendanaan tambahan.

"Terminal Evaluation ini adalah momen penting untuk bersama-sama merefleksikan perjalanan program GEF SGP Fase 7 di Gorontalo. Kami ingin mendengar langsung dari masyarakat, mitra, dan pemerintah  sejauh mana program ini benar-benar berdampak, dan bagaimana hasil-hasilnya dapat terus hidup setelah program berakhir."  Sidi Rana Menggala, Ph.D., Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia

Kegiatan Terminal Evaluation ini diinisiasi dan dikoordinasikan oleh PKEPKL (Pusat Kajian dan Pengembangan Lingkungan Hidup) yang dipimpin oleh Abubakar Sidik Katili selaku Direktur PKEPKL, dengan dukungan penuh dari GEF SGP Indonesia di bawah koordinasi UNDP.

Agenda

4 - 5 Juni 2026

Asesmen Lapangan untuk Prodi Pendidikan Fisika

Asesmen Lapangan untuk Akreditasi Program Studi Pendidikan Fisika oleh LAMDIK

7 Mei 2026

UPA BK Goes to Faculty

Kunjungan dan Sosialisasi UPA BK ke Fakultas MIPA UNG

6 Mei 2026

UPA Bahasa Goes to Faculty

Kunjungan UPA Bahasa ke Fakultas MIPA UNG

5 Mei 2026

Kunjungan Dewan Pengawas BLU UNG

Kunjungan Kerja Dewan Pengawas BLU UNG di Fakultas MIPA