Gorontalo, 13 Mei 2026 - Program Studi S1 Ilmu Lingkungan, Jurusan Ilmu Lingkungan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), mengambil langkah strategis dalam pembaruan pendidikan lingkungan hidup. Pada 13 Mei 2026, Prodi Ilmu Lingkungan UNG sukses menyelenggarakan Workshop Kurikulum bertema “Transformasi Kurikulum S1 Ilmu Lingkungan Berbasis Agromaritim dan Ekospasial dalam Mendukung Kawasan Wallacea.” Workshop ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Prodi Ilmu Lingkungan untuk menghadirkan pendidikan yang lebih kontekstual, berbasis kekayaan ekologi lokal, dan siap menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.
Kurikulum yang Lahir dari Kebutuhan, Bukan Sekadar Dokumen. Prodi Ilmu Lingkungan UNG menyadari bahwa kurikulum yang baik tidak boleh berdiri sendiri di menara gading akademik. Ia harus tumbuh dari realitas lapangan: dari kebutuhan dunia kerja, dari tantangan lingkungan yang terus berubah, dan dari potensi unik kawasan Wallacea yang menjadi salah satu hotspot keanekaragaman hayati terpenting di dunia.
Itulah mengapa workshop ini dirancang bukan hanya sebagai forum internal, melainkan sebagai ruang dialog terbuka yang mempertemukan akademisi, pakar nasional, dan para pemangku kepentingan di bidang lingkungan secara langsung.
Diperkuat Pakar Nasional dan Dukungan Pimpinan Fakultas. Sebagai narasumber utama, Prodi Ilmu Lingkungan UNG menghadirkan Prof. Dr. Ir. Prabang Setyono, S.Si., M.Si., CTMP., seorang pakar ilmu lingkungan berpengalaman di tingkat nasional. Keahlian beliau dalam integrasi pendekatan ekospasial dan agromaritim memberikan perspektif segar yang langsung memperkaya diskusi kurikulum.
Workshop dibuka secara resmi oleh Dekan FMIPA UNG, Prof. Dr. Fitryane Lihawa, M.Si., yang dalam arahannya menekankan pentingnya menghasilkan lulusan yang tidak hanya cakap secara keilmuan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan nyata dalam isu-isu lingkungan di kawasan pesisir dan agromaritim. Ketua Jurusan Ilmu Lingkungan, Prof. Dr. Sukirman Rahim, S.Pd., M.Si., turut menegaskan bahwa transformasi kurikulum ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang Prodi dalam merespons perkembangan ilmu pengetahuan dan dinamika kebutuhan masyarakat.
Lima Mitra Strategis, Satu Visi untuk Wallacea. Dalam proses perumusan kurikulum, Prodi Ilmu Lingkungan UNG secara aktif melibatkan lima instansi mitra yang hadir baik secara langsung maupun daring melalui Zoom Meeting:
Masukan dari kelima mitra ini menjadi bahan berharga bagi Prodi Ilmu Lingkungan UNG dalam menyusun mata kuliah, capaian pembelajaran, dan orientasi riset yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan lapangan. Workshop juga dihadiri oleh seluruh dosen pengajar, tenaga kependidikan, dan mahasiswa aktif Prodi Ilmu Lingkungan.
Melangkah Menuju Kurikulum yang Adaptif dan Berdampak. Melalui workshop ini, Prodi Ilmu Lingkungan UNG berkomitmen untuk menghasilkan kurikulum yang adaptif terhadap perubahan zaman, relevan dengan konteks ekologi kawasan Wallacea, serta mampu melahirkan lulusan yang siap berkontribusi di lini terdepan pengelolaan lingkungan hidup — baik di instansi pemerintah, lembaga riset, maupun sektor swasta.
Prodi Ilmu Lingkungan UNG percaya bahwa pendidikan lingkungan yang kuat adalah fondasi utama bagi masa depan kawasan Wallacea yang lestari, produktif, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakatnya.
Asesmen Lapangan untuk Akreditasi Program Studi Pendidikan Fisika oleh LAMDIK
Kunjungan dan Sosialisasi UPA BK ke Fakultas MIPA UNG
Kunjungan UPA Bahasa ke Fakultas MIPA UNG
Kunjungan Kerja Dewan Pengawas BLU UNG di Fakultas MIPA