Peneliti FMIPA UNG Meneliti Pencemaran Logam Berat di Daerah Pertambangan Emas Juriya, Gorontalo: Dampak Lingkungan dan Kesehatan yang Perlu Diperhatikan

Oleh: Nisky Imansyah Yahya . 14 Maret 2026 . 23:52:48

Gorontalo, Maret 2026 – Penelitian terbaru yang dilakukan di daerah pertambangan emas tradisional Juriya, Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo, mengungkapkan adanya tingkat pencemaran logam berat yang sangat tinggi, terutama merkuri, arsen, kadmium, kromium, dan timbal. Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Universitas Negeri Gorontalo ini mengintegrasikan pemetaan geologi, analisis geokimia, dan teknologi pemetaan udara untuk memberikan gambaran lebih lengkap tentang dampak pertambangan emas terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Temuan Utama. Kontaminasi Logam Berat yang Signifikan. Hasil penelitian menunjukkan adanya pencemaran berat pada tanah, air, dan sedimen di sekitar lokasi pertambangan, dengan kadar arsen hingga 1628 ppm, kadmium 7.1 ppm, kromium 36 ppm, merkuri 151 ppm, dan timbal 721 ppm—angka yang jauh melampaui batas normal yang seharusnya ada di alam.

  • Pencemaran merkuri di daerah ini sebagian besar disebabkan oleh proses amalgamasi emas yang menggunakan merkuri. Aktivitas ini telah merusak kualitas tanah dan air, serta membahayakan ekosistem di sekitar daerah pertambangan.
  • Penambangan emas tradisional ini mengancam kelangsungan hidup flora dan fauna di sekitar lokasi pertambangan, serta dapat berisiko bagi kesehatan masyarakat setempat. Pencemaran logam berat ini dapat terakumulasi dalam rantai makanan dan menyebabkan gangguan kesehatan serius seperti kerusakan organ, keracunan, hingga kanker.
  • Dengan menggunakan metode Geoaccumulation Index (Igeo), peneliti menemukan bahwa kadar merkuri, arsen, dan timbal di daerah ini termasuk dalam kategori pencemaran yang sangat tinggi, terutama di sekitar lokasi tambang.
  • Di sisi lain, kegiatan pertambangan emas tradisional ini memberikan penghasilan penting bagi para penambang, dengan rata-rata produksi emas harian mencapai 3 gram per penambang. Namun, meskipun memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, kegiatan ini harus diimbangi dengan upaya pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan.

Solusi dan Rekomendasi. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya perubahan dalam cara penambangan emas tradisional, agar lebih ramah lingkungan. Penggunaan merkuri yang berbahaya harus segera dihentikan, dan masyarakat harus diberikan pelatihan serta akses ke teknologi penambangan yang lebih aman dan berkelanjutan.

Para ahli dan aktivis lingkungan menyerukan perlunya penerapan praktik penambangan yang lebih bertanggung jawab guna mengurangi dampak pencemaran, serta menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat di sekitar daerah pertambangan.

Tentang Penelitian iniPenelitian ini dilakukan oleh tim yang terdiri dari ahli geologi, geokimia, dan lingkungan dari Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kondisi geologi, geokimia, dan dampak lingkungan dari kegiatan pertambangan emas di Juriya, sekaligus menawarkan solusi untuk mitigasi dampak lingkungan yang dihasilkan.

KontakUntuk informasi lebih lanjut mengenai penelitian ini atau untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai solusi pertambangan yang berkelanjutan, silakan menghubungi:Yayu Indriati Arifin, Ph.D.Geological Engineering Study ProgramUniversitas Negeri GorontaloEmail: [email protected]

Agenda

4 - 5 Juni 2026

Asesmen Lapangan untuk Prodi Pendidikan Fisika

Asesmen Lapangan untuk Akreditasi Program Studi Pendidikan Fisika oleh LAMDIK

7 Mei 2026

UPA BK Goes to Faculty

Kunjungan dan Sosialisasi UPA BK ke Fakultas MIPA UNG

6 Mei 2026

UPA Bahasa Goes to Faculty

Kunjungan UPA Bahasa ke Fakultas MIPA UNG

5 Mei 2026

Kunjungan Dewan Pengawas BLU UNG

Kunjungan Kerja Dewan Pengawas BLU UNG di Fakultas MIPA