
Gorontalo 14 April 2026 — Di balik segelas air yang tampak jernih, tersembunyi puluhan parameter kimia yang menentukan apakah air itu aman atau justru berbahaya. Inilah yang dipelajari secara langsung oleh mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Gorontalo dalam kegiatan Praktikum Analisis Kualitas Air yang berlangsung di Laboratorium Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Melalui kolaborasi antarlembaga ini, para mahasiswa mendapat akses langsung ke fasilitas laboratorium berstandar tinggi untuk menguji dan menganalisis sifat fisik serta kimia air secara komprehensif.
Kolaborasi yang Mengalir Deras: UNU Gorontalo dan FMIPA UNG. Kegiatan praktikum ini menjadi wujud nyata sinergi antara dua institusi pendidikan tinggi di Gorontalo. Laboratorium Jurusan Kimia FMIPA UNG yang dilengkapi peralatan analitik modern membuka pintunya bagi mahasiswa UNU Gorontalo — sebuah langkah yang mencerminkan semangat berbagi sumber daya demi kemajuan pendidikan sains di daerah.
Kegiatan ini didampingi langsung oleh Kepala Laboratorium Kimia FMIPA UNG, Dr. Wiwin R. Kunusa, yang memastikan setiap prosedur analisis berjalan sesuai standar ilmiah dan keselamatan laboratorium. Kehadiran beliau memberikan jaminan mutu sekaligus menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa UNU Gorontalo untuk belajar langsung dari pakar kimia analitik yang berpengalaman.
Sepuluh Parameter, Satu Tujuan: Membaca Kualitas Air Secara Ilmiah. Praktikum ini mencakup pengujian sepuluh parameter kualitas air yang meliputi aspek fisik maupun kimia. Setiap parameter memiliki makna dan urgensi ilmiahnya masing-masing dalam menilai kelayakan air untuk berbagai kegunaan, mulai dari konsumsi, pertanian, hingga industri.
“Air yang jernih di mata belum tentu bersih menurut sains. Tugas kita sebagai ilmuwan adalah membuktikannya dengan data bukan asumsi.” — Tim Dosen Pembimbing Praktikum, Lab. Kimia FMIPA UNG
Belajar dari Laboratorium untuk Melindungi Lingkungan Nyata. Pemahaman tentang kualitas air bukan semata-mata urusan akademik. Di Gorontalo, di mana masyarakat masih banyak mengandalkan sumber air sungai, sumur, dan mata air pegunungan, kemampuan menganalisis air secara ilmiah adalah kecakapan yang memiliki nilai sosial yang nyata. Para mahasiswa yang mengikuti praktikum ini diharapkan kelak mampu menjadi ujung tombak pemantauan lingkungan di komunitas mereka masing-masing.
Dengan menguasai pengujian mulai dari DO hingga kadar sulfat, dari pengukuran pH hingga analisis BOD dan COD, mahasiswa UNU Gorontalo kini tidak lagi melihat air sebagai sekadar cairan bening. Mereka memahaminya sebagai sistem kimia kompleks yang harus dipantau, dijaga, dan dikelola secara bertanggung jawab.
Mempererat Ekosistem Perguruan Tinggi di Gorontalo. Praktikum bersama ini juga menjadi sinyal positif bagi ekosistem pendidikan tinggi di Provinsi Gorontalo. Ketika laboratorium menjadi ruang terbuka bagi kolaborasi antarperguruan tinggi, kualitas pendidikan sains tidak lagi dibatasi oleh kepemilikan fasilitas masing-masing institusi. Ini adalah model kerja sama yang patut terus diperluas dan direplikasi.
Jurusan Kimia FMIPA UNG menyambut baik kehadiran mahasiswa UNU Gorontalo dan berharap kerja sama akademik semacam ini dapat terus berlanjut dalam bentuk yang lebih luas — baik dalam kegiatan praktikum, penelitian bersama, maupun program pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pada ilmu kimia lingkungan.
Asesmen Lapangan untuk Akreditasi Program Studi Pendidikan Fisika oleh LAMDIK
Kunjungan dan Sosialisasi UPA BK ke Fakultas MIPA UNG
Kunjungan UPA Bahasa ke Fakultas MIPA UNG
Kunjungan Kerja Dewan Pengawas BLU UNG di Fakultas MIPA