
Gorontalo, 28 Oktober 2025 – Menghadapi tantangan rendahnya literasi numerasi di Indonesia dan keterbatasan akses pendidikan matematika inklusif, lima mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo menghadirkan solusi inovatif berbasis teknologi imersif melalui konsep MathVerse City, sebuah kawasan virtual futuristik yang dirancang sebagai pusat pembelajaran matematika interaktif dan inklusif bagi semua kalangan.
Gagasan berjudul "MathVerse City: Kawasan Virtual Futuristik sebagai Pusat Literasi Numerasi dan Pendidikan Matematika Inklusif" ini merupakan Program Kreativitas Mahasiswa skema Gagasan Futuristik Tertulis (PKM-GFT) yang digagas oleh tim mahasiswa: Tamrin Ismail, I Komang Yuda, Moh Taufik Wirajaya, Nuralmi Saleh, dan Karsum H. Talib, di bawah bimbingan Bertu Rianto Takaendengan, S.Pd., M.Pd., dosen Pendidikan Matematika UNG.
MathVerse City merupakan konsep kota virtual berbasis teknologi metaverse yang mengintegrasikan gamifikasi, virtual reality (VR), augmented reality (AR), dan artificial intelligence untuk menciptakan pengalaman belajar matematika yang imersif, menarik, dan dapat diakses oleh siapa saja tanpa batasan fisik atau geografis.
"Matematika seringkali dianggap sebagai mata pelajaran yang menakutkan dan sulit. Melalui MathVerse City, kami ingin mengubah paradigma tersebut dengan menciptakan lingkungan pembelajaran virtual yang menyenangkan, interaktif, dan inklusif. Konsep kota virtual ini memungkinkan siswa dari berbagai latar belakang dan kemampuan untuk belajar matematika dengan cara yang personal dan engaging," ujar Tamrin Ismail, salah satu anggota tim.
Tim telah melakukan studi literatur mendalam untuk merancang konsep awal MathVerse City serta memetakan kebutuhan teknologi pembelajaran imersif yang diperlukan. Konsep kota virtual ini dirancang dengan fitur-fitur inovatif yang meliputi:
Virtual Learning Zones: Area pembelajaran tematik yang menyajikan konsep matematika melalui visualisasi 3D interaktif dan simulasi real-timeGamified Math Challenges: Tantangan matematika berbentuk game yang mendorong problem-solving skills dengan sistem reward berbasis statistik pencapaianInclusive Design Features: Antarmuka yang adaptif untuk siswa dengan kebutuhan khusus, termasuk mode aksesibilitas visual, audio, dan kinestetikAI-Powered Personalized Learning: Sistem kecerdasan buatan yang menganalisis pola belajar dan memberikan rekomendasi pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing penggunaSocial Learning Spaces: Platform kolaborasi virtual yang memungkinkan siswa dari berbagai daerah untuk belajar bersama dan saling membantuSolusi untuk Kesenjangan Literasi Numerasi
Berdasarkan data Programme for International Student Assessment (PISA), kemampuan literasi numerasi siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata negara-negara OECD. MathVerse City hadir sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan ini dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan menyenangkan.
"Kami merancang MathVerse City tidak hanya sebagai platform belajar, tetapi juga sebagai ekosistem digital yang mendorong minat dan motivasi belajar matematika sejak dini. Dengan visualisasi yang menarik dan konteks kehidupan nyata dalam bentuk virtual, siswa dapat melihat aplikasi matematika dalam kehidupan sehari-hari secara langsung," tambah I Komang Yuda.
Salah satu keunggulan MathVerse City adalah komitmennya terhadap pendidikan inklusif. Platform ini dirancang agar dapat diakses oleh siswa dengan berbagai kondisi, termasuk:
"Pendidikan adalah hak semua orang. MathVerse City kami rancang dengan prinsip universal design for learning, memastikan bahwa setiap siswa, tanpa memandang latar belakang atau keterbatasan yang dimiliki, dapat mengakses pembelajaran matematika berkualitas," ujar Moh Taufik Wirajaya.
MathVerse City juga dilengkapi dengan dashboard analytics berbasis web yang memungkinkan guru dan orang tua untuk memantau perkembangan belajar siswa secara real-time. Sistem ini menggunakan analisis statistik untuk memberikan insight tentang area yang perlu ditingkatkan, pola pembelajaran yang efektif, dan rekomendasi intervensi yang tepat.
"Dengan memanfaatkan learning analytics dan data visualization, pendidik dapat membuat keputusan berbasis data untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Ini sejalan dengan tren pendidikan modern yang mengutamakan personalisasi dan evidence-based teaching," jelas Nuralmi Saleh.
Tim memiliki visi jangka panjang untuk menjadikan MathVerse City sebagai platform pembelajaran matematika global yang dapat diakses oleh siswa di seluruh dunia. Dengan arsitektur berbasis cloud dan teknologi web modern, platform ini dapat diskalakan untuk mengakomodasi jutaan pengguna simultan.
"MathVerse City bukan sekadar aplikasi pembelajaran, tetapi sebuah ekosistem digital yang dapat terus berkembang. Kami membayangkan masa depan di mana siswa dari berbagai negara dapat bertemu di ruang virtual yang sama, berkolaborasi dalam menyelesaikan tantangan matematika, dan belajar dari keberagaman budaya masing-masing," ungkap Karsum H. Talib.
Bertu Rianto Takaendengan, S.Pd., M.Pd., dosen pembimbing tim, mengapresiasi kreativitas dan visi futuristik mahasiswa dalam merancang solusi pembelajaran inovatif. "Gagasan MathVerse City menunjukkan pemahaman mendalam tentang kebutuhan pendidikan masa depan. Kombinasi antara teknologi imersif, desain inklusif, dan pendekatan berbasis data membuat konsep ini sangat relevan dengan tantangan pendidikan abad 21," ujarnya.
Luaran dan Diseminasi Gagasan. Tim menargetkan dua luaran utama:
Platform media sosial akan digunakan untuk mengkampanyekan konsep MathVerse City, berbagi konten edukatif tentang teknologi pembelajaran, dan membangun komunitas pendukung pendidikan matematika inklusif. Gagasan ini menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia memiliki kapasitas untuk mengembangkan solusi inovatif berbasis teknologi yang dapat memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kualitas pendidikan nasional dan global.
Asesmen Lapangan untuk Akreditasi Program Studi Pendidikan Fisika oleh LAMDIK
Kunjungan dan Sosialisasi UPA BK ke Fakultas MIPA UNG
Kunjungan UPA Bahasa ke Fakultas MIPA UNG
Kunjungan Kerja Dewan Pengawas BLU UNG di Fakultas MIPA