
Gorontalo, 26 Oktober 2025 – Tim mahasiswa Program Studi Matematika FMIPA Universitas Negeri Gorontalo menghadirkan inovasi pembelajaran yang menghubungkan warisan sejarah dengan pendidikan matematika melalui riset "Benteng Otanaha sebagai Media Pembelajaran Etnomatematika untuk Penguatan Identitas Budaya dan Literasi Matematika". Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) ini bertujuan mengeksplorasi potensi situs bersejarah Benteng Otanaha sebagai media pembelajaran yang mampu meningkatkan literasi matematika sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.
Benteng Otanaha, salah satu ikon bersejarah Gorontalo yang dibangun pada abad ke-16, tidak hanya menyimpan nilai sejarah dan budaya yang tinggi, tetapi juga mengandung konsep-konsep matematika yang dapat dieksplorasi. Arsitektur benteng, pola konstruksi, sistem pertahanan, hingga tata letak bangunan memiliki prinsip-prinsip geometri, pengukuran, dan perhitungan matematis yang dapat dijadikan konteks pembelajaran bermakna.
Pendekatan etnomatematika ini memungkinkan siswa belajar matematika melalui konteks budaya yang familiar dan bermakna, sehingga pembelajaran tidak lagi abstrak tetapi terhubung dengan kehidupan nyata dan identitas lokal mereka.
Tim dan Pendampingan Riset ini dilaksanakan oleh tim mahasiswa yang terdiri dari:
Di bawah bimbingan Bertu Rianto Takaendengan, S.Pd., M.Pd. sebagai Dosen Pendamping, tim berkomitmen menghasilkan riset yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pembelajaran matematika berbasis budaya lokal.
Program yang Telah Dikerjakan:
Program yang Akan Dikerjakan:
Keunggulan dan Dampak
Tim riset berharap hasil kajian ini dapat menjadi model pembelajaran etnomatematika yang dapat direplikasi untuk situs-situs bersejarah lainnya di Indonesia. Dengan menghubungkan pendidikan matematika dengan kearifan lokal, pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan dengan kehidupan siswa.
"Benteng Otanaha bukan hanya monumen sejarah, tetapi juga sumber pembelajaran yang kaya. Melalui riset ini, kami ingin membuktikan bahwa matematika ada di sekitar kita, termasuk dalam warisan budaya yang kita miliki. Harapannya, siswa tidak hanya belajar matematika, tetapi juga mencintai budaya dan sejarah mereka," ungkap ketua tim, Fatur Rahman Dusi.
Asesmen Lapangan untuk Akreditasi Program Studi Pendidikan Fisika oleh LAMDIK
Kunjungan dan Sosialisasi UPA BK ke Fakultas MIPA UNG
Kunjungan UPA Bahasa ke Fakultas MIPA UNG
Kunjungan Kerja Dewan Pengawas BLU UNG di Fakultas MIPA