
Gorontalo, 3 November 2025 — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Gorontalo melalui Jurusan Ilmu Lingkungan bersama Program Magister Kependudukan & Lingkungan Hidup dan Program Doktor Ilmu Lingkungan Pascasarjana UNG menyelenggarakan Webinar Nasional Diseminasi 2025. Webinar bertema "Model Zonasi, Koridor Habitat & Distribusi Spesies Maleo (Macrocephalon maleo) Burung Endemik Sulawesi Terancam Punah Berbasis Spasial di Kawasan Konservasi Gorontalo" ini menjadi platform strategis untuk menyebarluaskan hasil riset konservasi burung ikonik Sulawesi yang terancam punah.
Webinar yang berlangsung secara hybrid di TC Damhil UNG dan Zoom Meeting ini dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Fitryane Lihawa, M.Si., Dekan FMIPA UNG. Dalam sambutannya, beliau menegaskan peran penting riset berbasis spasial dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati Sulawesi. "Burung Maleo adalah spesies endemik Sulawesi yang menjadi kebanggaan kita, namun populasinya terus mengalami tekanan akibat degradasi habitat. FMIPA UNG melalui riset-riset berbasis spasial berkomitmen untuk memberikan kontribusi ilmiah yang dapat menjadi dasar kebijakan konservasi yang efektif. Webinar ini adalah wujud nyata tanggung jawab akademisi dalam menjaga kelestarian alam Indonesia," tegas Prof. Fitryane.
Sebagai institusi pendidikan tinggi yang memiliki Program Studi Ilmu Lingkungan, FMIPA UNG memandang penting untuk tidak hanya melakukan riset, tetapi juga menyebarluaskan hasilnya kepada stakeholder yang lebih luas. Webinar nasional ini menjadi medium efektif untuk berbagi pengetahuan, metodologi, dan temuan penelitian tentang konservasi Maleo kepada akademisi, praktisi konservasi, pemerintah, dan masyarakat. Format hybrid yang dipilih—kombinasi tatap muka di TC Damhil UNG dan akses virtual melalui Zoom Meeting—memungkinkan partisipasi yang lebih luas dari berbagai daerah di Indonesia. Strategi ini sejalan dengan komitmen FMIPA UNG untuk menjangkau audiens yang lebih luas dalam upaya edukasi dan advokasi konservasi.
Webinar ini mendapat dukungan signifikan dari PT PLN Nusantara Power sebagai sponsor. Kehadiran Manager PT PLN Nusantara Power UP Gorontalo yang memberikan sambutan dan apresiasi menunjukkan bahwa konservasi bukan hanya tanggung jawab akademisi, tetapi juga industri. "Kolaborasi dengan PT PLN Nusantara Power adalah contoh ideal sinergi akademisi-industri dalam isu lingkungan. Industri yang beroperasi di Gorontalo memiliki kepentingan untuk turut menjaga keseimbangan ekosistem. Dukungan mereka sangat berarti bagi keberlanjutan riset dan program konservasi kami," ungkap perwakilan panitia dari FMIPA UNG.
Penyelenggaraan webinar ini merupakan hasil kolaborasi solid antara tiga program di UNG: Jurusan Ilmu Lingkungan FMIPA (S1), Program Magister Kependudukan & Lingkungan Hidup (S2), dan Program Doktor Ilmu Lingkungan (S3). Sinergi lintas jenjang ini mencerminkan ekosistem riset yang terintegrasi di UNG. "Kolaborasi S1-S2-S3 dalam webinar ini sangat strategis. Mahasiswa S1 belajar dari riset-riset yang dipresentasikan, mahasiswa S2 dan S3 berkontribusi dalam diskusi ilmiah, dan dosen dari berbagai jenjang saling berbagi perspektif. Ini adalah model ideal pengembangan keilmuan berbasis kolaborasi," jelas Prof. Fitryane.
Webinar menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan peneliti dengan fokus bahasan yang komprehensif dan saling melengkapi. Para narasumber mempresentasikan hasil riset terkini tentang:
Presentasi ilmiah yang disajikan memberikan gambaran komprehensif tentang kondisi terkini populasi Maleo dan solusi-solusi inovatif berbasis teknologi spasial untuk konservasinya.
Dr. Lilan Dama, S.Pd., M.Pd., Wakil Dekan III FMIPA UNG yang menutup acara secara resmi, menyampaikan harapan besar atas hasil diseminasi webinar ini.
"Kami berharap hasil diseminasi ini dapat menjadi rujukan kebijakan dan strategi konservasi yang berkelanjutan di tingkat daerah maupun nasional. Riset tanpa implementasi kebijakan hanya akan menjadi dokumen. Oleh karena itu, kami mengajak pemerintah daerah, kementerian terkait, dan stakeholder lainnya untuk memanfaatkan temuan ilmiah ini dalam perumusan kebijakan konservasi Maleo," ujarnya dengan tegas.
FMIPA UNG berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan serupa sebagai bagian dari tanggung jawab akademik dan sosial dalam pelestarian lingkungan. Riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat di bidang konservasi akan terus menjadi fokus utama fakultas. Melalui webinar nasional ini, FMIPA UNG menegaskan posisinya sebagai center of excellence dalam kajian lingkungan dan konservasi keanekaragaman hayati, khususnya untuk spesies endemik Sulawesi yang terancam punah.
Asesmen Lapangan untuk Akreditasi Program Studi Pendidikan Fisika oleh LAMDIK
Kunjungan dan Sosialisasi UPA BK ke Fakultas MIPA UNG
Kunjungan UPA Bahasa ke Fakultas MIPA UNG
Kunjungan Kerja Dewan Pengawas BLU UNG di Fakultas MIPA