
Gorontalo, Kabupaten Pohuwato — Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Program Ekspedisi Patriotdigelar di kawasan transmigrasi Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato. Acara ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pohuwato, Ibu Nizma Sanad, S.H., M.M., yang hadir mewakili Bupati Pohuwato. Kegiatan FGD ini merupakan bagian dari rangkaian Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia (KemeTrans RI) yang melibatkan kolaborasi lintas institusi, termasuk akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal.
Tim utama ekspedisi berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dipimpin oleh Dr. Eng. Aditya Rakhmat Kartadikaria, S.Si., M.Eng., bersama Dr. Rahmat Romadhon, S.T., M.T.. Kegiatan ini juga menggandeng Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sebagai mitra institusi, dengan perwakilan dosen Syafril Agustion Tomayahu, M.T. dan Afandi Ujulu, M.Si.P., serta turut melibatkan mahasiswa lokal UNG yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan lapangan dan diskusi tematik di kawasan transmigrasi Taluditi. Dalam sambutannya, Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyampaikan bahwa kawasan transmigrasi Taluditi menjadi fokus pengembangan karena memiliki potensi besar namun masih memerlukan penguatan sejumlah aspek agar pembangunan berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat lokal.
FGD Ekspedisi Patriot di kawasan transmigrasi Kecamatan Taluditi menghadirkan lima narasumber utama dengan latar belakang keilmuan dan pengalaman yang beragam. Seluruh materi yang disampaikan berfokus pada upaya membangun kawasan transmigrasi yang berkelanjutan, produktif, dan berdaya saing.
Pemateri pertama, Prof. Dr. Fitryane Lihawa, M.Si, membuka sesi dengan paparan mendalam mengenai “Dampak Lingkungan dalam Pengembangan Kawasan Transmigrasi Berkelanjutan.” Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dan pelestarian lingkungan agar kawasan transmigrasi tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga tetap menjaga daya dukung ekosistemnya.
Dilanjutkan oleh Jumandi Giono, M.Si dari Bappeda Kabupaten Pohuwato, yang membawakan materi bertema “Pengembangan Kawasan Taluditi Melalui Potensi Unggulan.” Ia menyoroti pentingnya sinergi antarinstansi dalam mengoptimalkan potensi lokal, seperti sektor pertanian dan perkebunan, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigran.
Pemateri ketiga, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato, Kamri Alwi, M.Si, memfokuskan paparannya pada “Komoditi Unggulan Taluditi Melalui Swasembada Pangan.” Ia menjelaskan bahwa Taluditi memiliki peluang besar untuk menjadi lumbung pangan daerah melalui optimalisasi lahan pertanian dan peningkatan kapasitas petani lokal.
Sementara itu, Srijono Tangkudu, S.Hut dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) III Pohuwato, menyoroti aspek kehutanan dalam topik “Rehabilitasi Hutan dan Lahan serta Komoditas Unggulan dalam Peningkatan Ekonomi.” Ia menguraikan bagaimana upaya rehabilitasi lahan kritis dapat berjalan beriringan dengan pengembangan komoditas bernilai ekonomi, seperti tanaman keras dan hasil hutan bukan kayu.
Sebagai penutup, Marahalin M.A dari Burung Indonesia memberikan perspektif konservasi dan pemberdayaan masyarakat dalam presentasi bertajuk “Identifikasi Intervensi Prioritas Jangka Pendek dan Menengah dalam Pendampingan Kakao.” Ia memaparkan strategi pendampingan petani kakao di kawasan transmigrasi agar mampu menghasilkan produk berkualitas sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Warga Taluditi berkomitmen mengembalikan kejayaan komoditas Taluditi sebagai wilayah penghasil Kakao dan buah-buahan unggulan serta mewariskan alam hijau demi masa depan anak-cucu dan kesejahteraan Gorontalo.
Asesmen Lapangan untuk Akreditasi Program Studi Pendidikan Fisika oleh LAMDIK
Kunjungan dan Sosialisasi UPA BK ke Fakultas MIPA UNG
Kunjungan UPA Bahasa ke Fakultas MIPA UNG
Kunjungan Kerja Dewan Pengawas BLU UNG di Fakultas MIPA