FMIPA UNG Gelar Kuliah Umum Anti Korupsi: Membangun Integritas Generasi Muda Sejak Dini

Oleh: Nisky Imansyah Yahya . 9 Desember 2025 . 12:00:15

Gorontalo, 8 Desember 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Internasional (Hakordia) 2025, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Gorontalo menyelenggarakan kuliah umum bertema pencegahan korupsi yang disampaikan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bone Bolango. Kegiatan yang berlangsung di kampus FMIPA UNG pada Senin, 8 Desember 2025, dihadiri oleh sekitar 50 mahasiswa dari berbagai program studi. FMIPA UNG diwakili oleh Dr. Lilan Dama, M.Pd., selaku Wakil Dekan III yang turut menyambut dan membuka kegiatan ini.

Dalam sambutannya, Dr. Lilan Dama, M.Pd., mewakili pimpinan FMIPA UNG menyampaikan apresiasi atas kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Bone Bolango dalam upaya membangun kesadaran anti korupsi di kalangan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa kuliah umum ini menjadi bagian dari komitmen FMIPA UNG dalam membentuk karakter mahasiswa yang berintegritas dan memiliki kesadaran tinggi terhadap bahaya korupsi. Kegiatan ini juga merupakan wujud kolaborasi strategis antara institusi pendidikan tinggi dengan aparat penegak hukum dalam membangun ekosistem anti korupsi di lingkungan kampus.

Kepala Kejaksaan Negeri Bone Bolango, Feddy Hantyo Nugroho, yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini menekankan bahwa kampus merupakan salah satu medan terpenting dalam upaya pencegahan korupsi. Menurutnya, di ruang-ruang akademik seperti FMIPA UNG, pondasi moral calon pemimpin bangsa sedang dibentuk.

"Ini adalah salah satu cara kami mendekatkan diri kepada masyarakat, khususnya civitas akademika. Kami ingin memberikan bimbingan dan penyuluhan tentang tindak pidana korupsi secara langsung kepada mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa," ujar Feddy dalam paparannya.

Dalam materinya, Feddy menyoroti bahwa mahasiswa bukan hanya penerus bangsa, tetapi juga kelompok yang sangat rentan bersentuhan dengan situasi yang menguji integritas. Baik saat berorganisasi di kampus, menjalani program magang, hingga kelak memasuki dunia profesional, mahasiswa akan menghadapi berbagai godaan yang dapat menjerumuskan pada praktik koruptif.

"Mereka ini generasi muda yang akan menjadi calon pemimpin bangsa. Karena itu harus dibekali pemahaman yang benar tentang tindak pidana korupsi, termasuk aspek pencegahannya," tegasnya di hadapan para mahasiswa FMIPA UNG.

Salah satu poin penting yang ditekankan dalam kuliah umum ini adalah pentingnya membangun integritas personal sejak usia muda. Feddy menegaskan bahwa faktor paling mendasar dalam pencegahan korupsi adalah integritas yang tertanam dalam diri setiap individu.

"Integritas itu bagian paling penting. Ia harus dibangun sejak usia remaja. Mereka perlu dibekali konsep-konsep seperti ini agar wawasannya terbuka dan memiliki benteng moral yang kuat," ungkapnya.

Menurutnya, tanpa integritas personal yang kuat, sistem sebaik apa pun tetap akan ditembus oleh perilaku menyimpang dan praktik koruptif. Oleh karena itu, edukasi dan pembentukan karakter di perguruan tinggi menjadi sangat krusial.

Kegiatan kuliah umum ini mendapat respons positif dari para mahasiswa FMIPA UNG yang hadir. Para mahasiswa terlihat antusias dalam mengikuti pemaparan materi dan aktif bertanya terkait berbagai aspek tindak pidana korupsi serta cara pencegahannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa FMIPA UNG dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai-nilai integritas dan anti korupsi, baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat luas.

Penyelenggaraan kuliah umum anti korupsi ini sejalan dengan visi FMIPA UNG dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan integritas tinggi. Fakultas terus berkomitmen untuk mengintegrasikan nilai-nilai anti korupsi dalam berbagai kegiatan akademik dan kemahasiswaan.

FMIPA UNG berterima kasih kepada Kejaksaan Negeri Bone Bolango yang telah bersedia berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada civitas akademika. Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut dan diperluas ke berbagai program edukasi lainnya.

Lewat kuliah umum ini, pesan yang ingin disampaikan sangat jelas: pemberantasan korupsi tidak cukup dengan penindakan semata, tetapi membutuhkan kesadaran kolektif yang lahir dari ruang pendidikan. Dengan menggandeng mahasiswa sebagai motor perubahan, diharapkan tercipta generasi baru yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tegas secara moral, sehingga tidak mudah tergoda oleh praktik koruptif di masa depan.

Hakordia 2025 menjadi momentum penting bagi seluruh elemen bangsa, termasuk perguruan tinggi, untuk mengingatkan bahwa korupsi bukan hanya merugikan negara, melainkan menghancurkan masa depan generasi muda itu sendiri.

Agenda

4 - 5 Juni 2026

Asesmen Lapangan untuk Prodi Pendidikan Fisika

Asesmen Lapangan untuk Akreditasi Program Studi Pendidikan Fisika oleh LAMDIK

7 Mei 2026

UPA BK Goes to Faculty

Kunjungan dan Sosialisasi UPA BK ke Fakultas MIPA UNG

6 Mei 2026

UPA Bahasa Goes to Faculty

Kunjungan UPA Bahasa ke Fakultas MIPA UNG

5 Mei 2026

Kunjungan Dewan Pengawas BLU UNG

Kunjungan Kerja Dewan Pengawas BLU UNG di Fakultas MIPA