Dosen Jurusan Matematika FMIPA UNG Ajak Siswa SMA Negeri 6 Gorontalo Tidak Takut Belajar Matematika

Oleh: Nisky Imansyah Yahya . 5 November 2026 . 17:57:27

Gorontalo 5 November 2026 – Dosen Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Gorontalo, Nisky Imansyah Yahya, S.Pd., M.Si., dan Putri Ekawati Kobandaha, M.Pd menjadi pemateri dalam Seminar Problematika Matematika di SMA Negeri 6 Gorontalo, Kamis (5/11/2026). Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang diinisiasi mahasiswa UNG Mengajar SMA Negeri 6 Gorontalo, yang meliputi seminar matematika, kebahasaan, dan finansial.

Seminar mengusung tema “Matematika Bukan untuk Ditakuti: Menumbuhkan Motivasi, Membangun Kepercayaan Diri, dan Berani Menghadapi Tantangan”. Acara dibuka pukul 08.00 WITA, dilanjutkan penyampaian materi pada pukul 08.30 hingga 09.45 WITA.

Dalam sambutan pembukaan, Kepala SMA Negeri 6 Gorontalo, Dr. Yolanda Pateda, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa UNG Mengajar SMA Negeri 6 Gorontalo yang menyelenggarakan seminar matematika, kebahasaan, dan finansial tersebut. Kepada para siswa, ia berharap seminar ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Siswa diharapkan mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, menambah wawasan, serta tumbuh semakin percaya diri dan berani menghadapi tantangan dalam belajar.

Narasumber mengawali materinya dengan mengajak peserta menyadari rasa takut yang kerap muncul sebelum mengerjakan soal matematika. Ia memaparkan bahwa ketakutan itu dapat tumbuh dari stigma lingkungan, pengalaman gagal, dan metode belajar yang hanya berfokus pada hasil akhir. Menurutnya, siklus tersebut membuat siswa cenderung menghindar.

Dalam paparannya, ia merujuk data PISA 2018 (OECD, 2019) yang menempatkan Indonesia pada peringkat 73 dari 79 negara untuk kemampuan matematika. Ia menyebut persoalan ini berkaitan dengan pola pikir dan sistem pembelajaran, bukan kapasitas kecerdasan siswa.

Nisky juga meluruskan sejumlah anggapan umum tentang matematika, di antaranya bahwa matematika hanya untuk orang berbakat, hanya soal menghafal rumus, dan hanya berguna untuk ujian. Ia menjelaskan bahwa matematika merupakan dasar berbagai teknologi yang akrab dengan siswa, seperti algoritma rekomendasi, optimasi rute pada aplikasi peta, dan model kecerdasan buatan. Ia turut memperkenalkan prospek karier di bidang matematika, antara lain data scientist, aktuaris dan analis risiko, kriptografer, serta game physicist.

Untuk membangun motivasi, ia menyampaikan konsep self-efficacy dari Albert Bandura, yaitu keyakinan pada kemampuan diri sendiri. Ia mengajak siswa menjalani lima langkah: mengubah narasi diri, meraih kemenangan kecil secara konsisten, menciptakan suasana dan media belajar yang nyaman, menghubungkan matematika dengan realita, serta memandang kesalahan sebagai teman belajar. Peserta juga diajak mengganti ungkapan negatif seperti “saya memang bodoh di matematika” menjadi “saya hanya belum menemukan cara yang tepat”.

Di akhir sesi, Nisky berpesan agar siswa berani mencoba dan tidak berhenti pada rasa takut. “Matematika bukanlah soal seberapa pintar dirimu saat ini, tetapi tentang seberapa besar kemauanmu untuk terus mencoba. Di balik setiap rumus yang rumit, selalu ada peluang karier hebat yang menanti,” ujar Nisky Imansyah Yahya, S.Pd., M.Si., Dosen Jurusan Matematika FMIPA UNG.

Agenda

9 - 10 Oktober 2026

Asesmen Lapangan untuk Prodi Pendidikan Geografi

Asesmen Lapangan untuk Akreditasi Program Studi Pendidikan Geografi oleh LAMDIK

21 - 27 Juli 2026

International Summer Course 2026

Onsite Session of International Summer Course 2026

6 - 9 Juli 2026

International Summer Course 2026

Online Session of International Summer Course 2026

4 - 5 Juni 2026

Asesmen Lapangan untuk Prodi Pendidikan Fisika

Asesmen Lapangan untuk Akreditasi Program Studi Pendidikan Fisika oleh LAMDIK