
Gorontalo 7 Mei 2026 – Upaya meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya kesehatan mental terus digencarkan oleh Unit Penunjang Akademik (UPA) Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Melalui program "UPA BK UNG Goes to Faculty", kegiatan bertema "Menjangkau, Mendengar, Mendampingi" digelar di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Kamis, 7 Mei 2026, bertempat di Aula Fakultas MIPA Lantai 3, pukul 13.00 WITA.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa FMIPA UNG sebagai peserta utama. Program tersebut menjadi bagian dari upaya UPA BK UNG untuk lebih dekat dengan mahasiswa di setiap fakultas, sekaligus mendorong kepedulian terhadap kesehatan mental di tengah berbagai tuntutan akademik dan dinamika kehidupan pribadi yang dihadapi mahasiswa sehari-hari.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan materi bertajuk Self Care yang dibawakan langsung oleh Tim UPA BK UNG. Materi tersebut membahas pentingnya menjaga kesehatan mental, cara mengelola stres secara efektif, serta strategi meningkatkan kesejahteraan diri. Penyampaian materi juga diarahkan untuk membantu mahasiswa lebih mengenali kondisi psikologis diri sendiri serta membuka diri terhadap upaya pencarian bantuan profesional ketika menghadapi permasalahan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III FMIPA UNG, Dr. Lilan Dama, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa keberhasilan seorang mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik semata, tetapi juga oleh kesiapan dan ketahanan mental dalam menghadapi berbagai tekanan.
"Mahasiswa FMIPA dituntut berpikir analitis dan bekerja keras setiap harinya. Namun di balik semua itu, kesehatan mental adalah fondasi yang tidak boleh diabaikan. Di sinilah peran bimbingan dan konseling menjadi sangat penting bagi kami."— Wakil Dekan III FMIPA UNG
Melalui program "Goes to Faculty", UPA BK UNG menghadirkan ruang yang aman dan nyaman bagi mahasiswa untuk berbagi cerita, didengarkan, serta mendapatkan pendampingan yang mereka butuhkan. Kehadiran langsung tim konselor di tengah mahasiswa FMIPA ini juga menjadi langkah nyata dalam membangun budaya kampus yang lebih terbuka dan peduli terhadap isu kesehatan mental.
Antusiasme mahasiswa FMIPA terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Sesi diskusi dan tanya jawab berjalan interaktif, menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kebutuhan nyata akan ruang untuk berbicara dan mendapatkan dukungan psikologis di tengah padatnya rutinitas akademik mereka.
Diharapkan, kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan mahasiswa FMIPA bahwa kesehatan mental merupakan bagian penting dan tidak terpisahkan dari keberhasilan studi. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh secara emosional dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan kampus maupun di luar kampus.
In-Between Semester
Final Exam Period for Even Semester