Tajamkan Proposal, Rebut Panggung Nasional: FMIPA UNG Gelar Klinik dan Pendampingan PKM 2026

Oleh: Nisky Imansyah Yahya . 23 April 2026 . 05:27:49

Gorontalo, 22 April 2026 — Ruang Kuliah 2.1–2.2 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) hari ini dipenuhi semangat dan antusiasme mahasiswa. Kegiatan Klinik dan Pendampingan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) FMIPA UNG 2026 resmi terlaksana pada Rabu, 22 April 2026, mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WITA. Kegiatan yang dihadiri ratusan mahasiswa aktif semester 2 dan 4 dari seluruh program studi di lingkungan FMIPA UNG beserta dosen pendamping masing-masing program studi.

Ketua Panitia kegiatan, Nisky Imansyah Yahya, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Klinik dan Pendampingan PKM ini diselenggarakan sebagai respons nyata FMIPA UNG terhadap kebutuhan mahasiswa dalam mempersiapkan proposal PKM yang kompetitif dan berkualitas.

“Kegiatan ini kami rancang sebagai jembatan antara potensi yang dimiliki mahasiswa FMIPA UNG dengan peluang besar yang ditawarkan oleh program PKM nasional. Kami menghadirkan narasumber yang berpengalaman langsung di bidang PKM agar mahasiswa mendapatkan gambaran yang utuh, mulai dari pemilihan skim, penulisan proposal, hingga strategi lolos seleksi,” tutur Nisky dalam laporannya.

Nisky juga mengungkapkan bahwa peserta kegiatan ini merupakan hasil koordinasi intensif dengan para Ketua Jurusan di lingkungan FMIPA UNG, yang mengirimkan perwakilan terbaik dari setiap program studi. Panitia mencatat tingginya minat mahasiswa yang bahkan telah membawa draft awal proposal PKM untuk mendapatkan masukan langsung dari para narasumber.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FMIPA UNG, Prof. Dr. Fitryane Lihawa, M.Si. Dalam sambutan sekaligus pembukaannya, Prof. Fitryane menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh mahasiswa yang hadir dan berkomitmen untuk mengembangkan kreativitas ilmiah mereka melalui jalur PKM.“Saya sangat bangga melihat antusiasme luar biasa dari adik-adik mahasiswa FMIPA hari ini. PKM bukan sekadar kompetisi, ia adalah laboratorium nyata tempat kalian belajar berpikir ilmiah, bekerja dalam tim, dan memberikan solusi atas permasalahan riil di masyarakat. Inovasi besar dimulai dari keberanian untuk mencoba, dan itu dimulai dari ruang ini, hari ini,” ujar Prof. Dr. Fitryane Lihawa, M.Si. dengan penuh semangat.Prof. Fitryane juga menegaskan komitmen pimpinan FMIPA UNG untuk terus memberikan dukungan penuh, baik secara sumber daya maupun kebijakan, demi mendorong mahasiswa FMIPA meraih prestasi terbaik di tingkat nasional melalui ajang PKM.

Sesi pertama menghadirkan Apt. Mahdalena Sy Pakaya, M.Si., selaku Reviewer PKM Nasional, yang membawakan materi bertajuk “Penjelasan Umum PKM dan Strategi Lolos PKM 2026.” Mahdalena membuka sesi dengan memaparkan gambaran besar ekosistem PKM nasional, mulai dari tujuan program, tahapan seleksi, hingga tren tema yang banyak lolos dalam beberapa tahun terakhir.

“Proposal yang lolos ke tingkat nasional bukan hanya yang ditulis dengan baik secara akademik, tetapi yang mampu menjawab kebutuhan nyata di masyarakat dengan pendekatan ilmiah yang terukur. Jangan takut bermimpi besar mulailah dari masalah yang ada di sekitar kalian, karena di sanalah ide-ide terbaik lahir,” pesan Mahdalena kepada para peserta.

Sebagai reviewer yang berpengalaman di tingkat nasional, Mahdalena turut berbagi kiat-kiat praktis tentang manajemen tim PKM, strategi pembagian peran antar anggota, serta pentingnya sinergi dengan dosen pembimbing sejak tahap awal penyusunan proposal. .Memasuki sesi kedua giliran Haris Danial, S.Pd., M.A., selaku Reviewer PKM Internal UNG, yang tampil memandu peserta memahami karakteristik kesepuluh skim PKM secara mendalam dan komprehensif. Ia menguraikan perbedaan mendasar antara skim-skim PKM mulai dari PKM Riset Eksakta (PKM-RE), PKM Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH), PKM Kewirausahaan (PKM-K), PKM Pengabdian Masyarakat (PKM-PM), PKM Penerapan Iptek (PKM-PI), PKM Karya Inovatif (PKM-KI), hingga skim-skim lainnya.“Salah satu kesalahan terbesar yang sering dilakukan mahasiswa adalah salah memilih skim. Setiap skim memiliki karakteristik, luaran wajib, dan kriteria penilaian yang berbeda-beda. Proposal yang secara konten bagus pun bisa gugur di seleksi administrasi hanya karena ditempatkan pada skim yang tidak sesuai,” tegas Haris Danial.

Setelah jeda istirahat dan sholat (15.00–15.20 WITA), sesi ketiga dilanjutkan oleh M. Rezky Friesta Payu, S.Pd., M.Si., Kepala Bidang Kreativitas UPA PKK UNG. Rezky membawakan materi teknis seputar sistematika penulisan proposal PKM yang sesuai dengan pedoman terbaru Dikti, mulai dari penyusunan latar belakang, perumusan masalah, tujuan, metode pelaksanaan, hingga teknis penyusunan rencana anggaran biaya (RAB) dan jadwal kegiatan.

“Proposal PKM yang baik adalah proposal yang mampu bercerita secara logis dan runtut. Reviewer hanya memiliki waktu yang sangat terbatas untuk membaca ribuan proposal, maka pastikan latar belakang kalian langsung menukik pada permasalahan dan solusi yang ditawarkan. Kejelasan berpikir dan ketajaman argumentasi adalah senjata utama kalian,” papar Rezky dengan lugas.

Rezky juga memberikan contoh nyata kesalahan-kesalahan umum dalam penulisan proposal yang kerap menjadi penyebab proposal tidak lolos seleksi, serta bagaimana cara memperbaikinya secara sistematis. Antusiasme peserta semakin terasa ketika Rezky membuka sesi simulasi perbaikan kalimat latar belakang secara langsung bersama para peserta.

Puncak dari rangkaian kegiatan adalah sesi Review Cepat dan Feedback Proposal, di mana seluruh narasumber turun langsung memberikan masukan konstruktif atas draft proposal yang dibawa oleh peserta. Sesi ini menjadi momen yang paling dinantikan, karena mahasiswa mendapat kesempatan langka untuk mendapatkan evaluasi dari reviewer berpengalaman secara langsung. Suasana sesi review berlangsung hangat dan produktif. Para mahasiswa tampak serius mencatat setiap masukan yang diberikan, sementara para narasumber dengan sabar dan teliti memberikan arahan perbaikan pada setiap draft yang dievaluasi.

Kegiatan ditutup secara resmi oleh pimpinan fakultas pada pukul 13.00 WITA. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FMIPA UNG, Dr. Lilan Dama, S.Pd., M.Pd., dalam arahan penutupnya menegaskan bahwa pendampingan PKM tidak berhenti di sini.

“Kami berharap semangat hari ini terus terjaga. FMIPA UNG akan terus mendampingi mahasiswa secara berkelanjutan hingga proposal yang kalian tulis benar-benar siap bersaing di tingkat nasional. Jangan berhenti setelah hari ini — justru inilah awal dari perjalanan kalian,” pesan Dr. Lilan Dama menutup kegiatan.

Kegiatan Klinik dan Pendampingan PKM FMIPA UNG 2026 ini menjadi bukti nyata komitmen FMIPA Universitas Negeri Gorontalo dalam mencetak mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kreatif, inovatif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas melalui karya-karya ilmiah terbaik mereka.

Agenda

4 - 5 Juni 2026

Asesmen Lapangan untuk Prodi Pendidikan Fisika

Asesmen Lapangan untuk Akreditasi Program Studi Pendidikan Fisika oleh LAMDIK

7 Mei 2026

UPA BK Goes to Faculty

Kunjungan dan Sosialisasi UPA BK ke Fakultas MIPA UNG

6 Mei 2026

UPA Bahasa Goes to Faculty

Kunjungan UPA Bahasa ke Fakultas MIPA UNG

5 Mei 2026

Kunjungan Dewan Pengawas BLU UNG

Kunjungan Kerja Dewan Pengawas BLU UNG di Fakultas MIPA