Prodi Matematika FMIPA Gelar Workshop Kurikulum Berbasis OBE, Libatkan Profesor Matematika Universitas Brawijaya, Stakeholder Industri, Pemerintah dan Alumni untuk Kurikulum yang Adaptif

Oleh: Nisky Imansyah Yahya . May 24, 2026 . 06:41:14

Gorontalo, 19 Mei 2026 — Program Studi Matematika, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menyelenggarakan Workshop Kurikulum Program Studi Matematika dengan tema "Penguatan Kurikulum Program Studi Matematika Berbasis OBE untuk Peningkatan Kompetensi Lulusan dan Kesiapan Industri" pada Selasa, 19 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Ruang Head Meeting Lantai 2 FMIPA UNG dan melalui Zoom Meeting ini melibatkan pemangku kepentingan dari berbagai instansi, para alumni, serta narasumber nasional dari Universitas Brawijaya.

Di tengah dinamika kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang, Program Studi Matematika FMIPA UNG berkomitmen untuk memastikan kurikulumnya tetap relevan, adaptif, dan berdaya saing. Pendekatan Outcome-Based Education (OBE) menjadi kerangka utama yang diadopsi, karena OBE menempatkan capaian pembelajaran lulusan (CPL) sebagai titik tolak perancangan seluruh komponen kurikulum — mulai dari bahan kajian, metode pembelajaran, hingga asesmen. Workshop ini hadir sebagai forum strategis untuk mensinkronkan kurikulum tersebut dengan kebutuhan nyata industri dan dunia profesional.

Rangkaian kegiatan. Workshop dibagi menjadi dua sesi utama yang dipandu oleh Koorprodi Matematika Nisky Imansyah Yahya, M.Si.

Kegiatan dimulai pukul 09.00 WITA dengan registrasi peserta, dilanjutkan sambutan dan pembukaan resmi oleh Dekan FMIPA UNG, Prof. Dr. Fitryane Lihawa, M.Si. Setelah moderator memaparkan pengantar dan tujuan kegiatan, seluruh peserta masuk ke dalam sesi breakout room per program studi. Dekan FMIPA UNG, Prof. Dr. Fitryane Lihawa, M.Si., dalam sambutannya menegaskan, "Workshop ini adalah wujud komitmen kami bahwa kurikulum bukan sekadar dokumen administratif, melainkan peta jalan yang hidup dan terus diperbarui sesuai kebutuhan zaman. Dengan melibatkan stakeholder industri, pemerintah, dan alumni secara langsung, kami memastikan bahwa setiap capaian pembelajaran yang kami rancang benar-benar bermakna dan berdampak bagi lulusan di masa depan."

Suara stakeholder: industri dan pemerintah bicara. Sesi stakeholder menjadi salah satu momen paling substantif dalam workshop ini. Aswata Asuransi sebagai salah satu mitra industri memberikan pemaparan materi mengenai kompetensi yang dibutuhkan tenaga kerja di sektor keuangan dan asuransi, termasuk kemampuan analitik, pengelolaan data risiko, dan kecakapan statistika terapan. Perwakilan Aswata menegaskan bahwa lulusan Matematika dengan kemampuan kuantitatif yang kuat sangat dibutuhkan industri saat ini.

Selain itu, sejumlah instansi pemerintah turut memberikan testimoni dan masukan berharga, di antaranya:

  • Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Bolaang Mongondow Utara: menekankan kebutuhan tenaga ahli yang memahami tata kelola data dan sistem informasi di tingkat pemerintah daerah, serta pentingnya literasi digital dan kemampuan pemrograman bagi lulusan Matematika.
  • Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Ambon: memberikan testimoni mengenai relevansi kompetensi matematika dalam pengembangan smart city dan pengelolaan infrastruktur digital, serta mendorong penguatan kurikulum yang berorientasi pada kebutuhan transformasi digital pemerintahan.
  • Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPELITBANGDA) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan: menyoroti pentingnya kemampuan lulusan dalam analisis data spasial, pemodelan statistika, dan perencanaan berbasis bukti (evidence-based planning) yang sangat dibutuhkan dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

Keberagaman latar belakang stakeholder dari sektor keuangan, telekomunikasi pemerintah, hingga perencanaan pembangunan memperkaya perspektif yang diterima tim kurikulum dan mempertegas bahwa lulusan Matematika memiliki spektrum karier yang luas apabila dibekali kompetensi yang tepat.

Sepuluh alumni Program Studi Matematika turut diundang dan memberikan kontribusi berharga dalam sesi perspektif alumni. Para alumni yang kini berkarier di berbagai sektor  mulai dari akademisi, analis data, hingga aparatur sipil negara berbagi pengalaman nyata mereka dan merumuskan sejumlah saran strategis untuk perbaikan kurikulum, antara lain:

  1. Penguatan mata kuliah yang berorientasi pada aplikasi nyata, seperti statistika terapan, pemodelan matematika, dan komputasi numerik, agar lulusan lebih siap menghadapi tantangan pekerjaan.
  2. Peningkatan porsi pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dan studi kasus nyata dari dunia industri dan pemerintahan.
  3. Integrasi keterampilan digital dan pemrograman (Python, R, atau MATLAB) secara lebih sistematis dalam struktur kurikulum.
  4. Penguatan program Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) melalui kemitraan yang lebih erat dengan instansi dan perusahaan, sehingga mahasiswa mendapat pengalaman kerja yang relevan sebelum lulus.
  5. Pengembangan soft skills seperti komunikasi ilmiah, presentasi data, dan kerja tim lintas disiplin sebagai bagian tidak terpisahkan dari proses pembelajaran.

Masukan dari alumni ini sangat berharga karena berasal dari pengalaman langsung di lapangan, sehingga memberikan gambaran yang akurat dan kontekstual tentang gap antara kompetensi yang diperoleh di bangku kuliah dengan kebutuhan nyata dunia kerja.

Sesi siang menghadirkan Prof. Dr. Agus Suryanto, M.Sc dari Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika Universitas Brawijaya (UB) Malang sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Prof. Agus mengupas secara mendalam konsep dan implementasi kurikulum berbasis OBE di Program Studi Matematika, termasuk strategi penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang terukur, pemetaan bahan kajian yang efektif, serta mekanisme evaluasi kurikulum yang berkelanjutan. Kehadiran narasumber dari perguruan tinggi terkemuka ini memberikan perspektif komparatif yang sangat berguna bagi tim kurikulum FMIPA UNG.FGD dan rekomendasi tindak lanjut

Focus Group Discussion (FGD) yang dipandu Tim Kurikulum bersama seluruh peserta menghasilkan sejumlah poin rekomendasi yang akan dijadikan acuan dalam penyusunan dan pembaruan dokumen kurikulum Program Studi Matematika. Topik yang dibahas meliputi penyempurnaan profil lulusan, penyesuaian CPL dengan kebutuhan industri terkini, integrasi skema MBKM yang lebih optimal, serta penyelarasan mata kuliah dengan kebutuhan dunia kerja yang telah teridentifikasi dari sesi stakeholder dan alumni.

Ketua Jurusan Matematika, Nurwan, S.Pd., M.Si., menambahkan, "Kami sangat mengapresiasi seluruh stakeholder dan alumni yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berbagi masukan. Setiap pandangan yang diberikan hari ini akan menjadi bahan baku yang sangat berharga dalam merancang kurikulum yang lebih kuat dan responsif."

Hasil workshop ini akan segera ditindaklanjuti oleh Tim Kurikulum Program Studi Matematika FMIPA UNG dalam bentuk revisi dokumen kurikulum yang mengakomodasi seluruh rekomendasi dari stakeholder, alumni, dan narasumber. Program Studi Matematika FMIPA UNG berkomitmen untuk menjadikan proses peninjauan kurikulum sebagai kegiatan yang dilakukan secara berkala dan partisipatif, demi menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Agenda

June 4 - 5, 2026

Asesmen Lapangan untuk Prodi Pendidikan Fisika

Asesmen Lapangan untuk Akreditasi Program Studi Pendidikan Fisika oleh LAMDIK

May 7, 2026

UPA BK Goes to Faculty

Kunjungan dan Sosialisasi UPA BK ke Fakultas MIPA UNG

May 6, 2026

UPA Bahasa Goes to Faculty

Kunjungan UPA Bahasa ke Fakultas MIPA UNG

May 5, 2026

Kunjungan Dewan Pengawas BLU UNG

Kunjungan Kerja Dewan Pengawas BLU UNG di Fakultas MIPA